Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi
untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari
struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa
terjadinya differential settlement pada sistem strukturnya.
Untuk
memilih tipe pondasi yang memadai, perlu diperhatikan apakah pondasi
itu cocok untuk berbagai keadaan di lapangan dan apakah pondasi itu
memungkinkan untuk diselesaikan secara ekonomis sesuai dengan jadwal
kerjanya.
Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tipe pondasi:
1. Keadaan tanah pondasi
2. Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya
3. Keadaan daerah sekitar lokasi
4. Waktu dan biaya pekerjaan
5. Kokoh, kaku dan kuat
Umumnya
kondisi tanah dasar pondasi mempunyai karakteristik yang bervariasi,
berbagai parameter yang mempengaruhi karakteristik tanah antara lain
pengaruh muka air tanah mengakibatkan berat volume tanah terendam air
berbeda dengan tanah tidak terendam air meskipun jenis tanah sama.
Jenis
tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing-masing memberikan
nilai kuat dukung tanah yang berbeda-beda. Dengan demikian pemilihan
tipe pondasi yang akan digunakan harus disesuaikan dengan berbagai aspek
dari tanah di lokasi tempat akan dibangunnya bangunan tersebut.
Suatu
pondasi harus direncanakan dengan baik, karena jika pondasi tidak
direncanakan dengan benar akan ada bagian yang mengalami penurunan yang
lebih besar dari bagian sekitarnya.
Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam perencanaan suatu pondasi, yakni :
1. Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak longsor akibat pengaruh luar.
2. Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung.
3. Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan.
Ada juga video mengenai pengecoran pondasi,seperti berikut :
https://www.youtube.com/watch?v=TW09VEHT2q4
https://www.youtube.com/watch?v=4OWvFTx3nj8
Sabtu, 16 Agustus 2014
Rabu, 13 Agustus 2014
Jenis-Jenis Beton dalam Konstruksi
Dalam konstruksi, beton
adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi
aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton
semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan
pasir), semen dan air.
Ada bermacam-macam jenis beton antara lain :
1. Beton siklop
Beton jenis ini sama dengan beton normal biasa , perbedaannya ialah pada beton ini digunakan ukuran agregat yang relative besar2.beton ini digunakan pada pembuatan bendungan, pangkal jembatan,dan sebagainnya.ukuran agregat kasar dapat sampai 20 cm,namun proporsi agregat yang lebih besar dari biasanya ini sebaiknya tidak lebih dari 20 persen dari agregat seluruhnya.
2. Beton Ringan
Beton jenis ini sama dengan beton biasa perbedaannya hanya agregat kasarnya diganti dengan agregat ringan. Selain itu dapat pula dengan beton biasa yang diberi bahan tambah yang mampu membentuk gelembung udara waktu pengadukanbeton berlangsung.beton semacam ini mempunyai banyk pori sehingga berat jenisnya lebih rendah daripada beton biasa.
3. Beton non pasir
Beton jenis ini dibuat tanpa pasir , jadi hanya air,semen, dan kerikil saja.karena tanpa pasir maka rongga rongga kerikil tidak terisi. Sehingga beton berongga dan berat jenisnya lebih rendah daripada beton biasa. Selain itu Karena tanpa pasir maka tidak dibutuhkan pasta2 untuk menyelimuti butir2 pasir sehingga kebtuhan semen relative lebih sedikit.
4. Beton hampa
Seperti yang telah diketahui bahwa kira2 separuh air yag dicampurkan saja yang bereaksi dengan semen,adapun separuh sisanya digunakan untuk mengencerkan adukan.beton jenis ini diaduk dan dituang serta dipadatkan sebagaimana beton biasa,namun setelah beton tercetak padat kemudian air sisa reaksi disedot dengan cara khusus. Seperti cara vakum. Dengan demikian air yang tertinggal hanya air yang digunakan untuk reaksi dengan semen,sehingga beton yang diperoleh sangat kuat.
5. Beton bertulang
Beton biasa sangat lemah dengan gaya tarik, namun sangat kuat dengan gaya tekan, batang baja dapat dimasukkan pada bagian beton yang tertarik untuk membantu beton. Beto yang dimasuki batang baja pada bagian tariknya ini disebut beton bertulang.
6. Beton prategang
Jenis beton ini sama dengan beton bertulang, perbedaannya adalah batangnya baja yang dimasukkan ke dalam beton ditegangkan dahulu . batang baja ini tetap mempunyai tegangan sampai beton yang dituang mengeras.bagian balok beton ini walaupun menahan lenturan tidak akan terjadi retak.
7. Beton pracetak
Beton biasa dicetak /dituang di tempat.namun dapat pula dicetak di tempat lain,fungsinya di cetak di tempat lain agar memperoleh mutu yang lebih baik.selain itu dipakai jika tempat pembuatan beton sangat terbatas.sehingga sulit menyediakan tempat percetakanperawatan betonnya.
8. Beton massa
Beton yang dituang dalam volume besar yaitu perbandingan antara volume dan permukaannya besar. Bila dimensinya lebih besar dari 60 sm. Pondasi besar,pilar, bendungan. Harus diperhatikan perbedaan temeratur.
9. Fero semen
Suatu bahan gabungan yang diperoleh dengan cara memberikan ortar semen suatu tulangan yang berupa suatu anyaman kawat baja.
10. Beton serat
Beton komposit yang terdiri dari beton biasa dan bahan lain yang berupa serat. Serat berupa batang2 5 sd 500mm,panjang 25-100mm.serat asbatos,tumbuh2an , serat plastic, kawat baja.
11. Lain-Lain
Beton mutu tinggi,polimer beton,beton modifikasi blok,polimer impregnated concrete,beton kinerja tinggi, dll.
Sekian dulu materi mengenai Jenis dan Macam Beton semoga bermanfaat untuk anda.
Ada bermacam-macam jenis beton antara lain :
1. Beton siklop
Beton jenis ini sama dengan beton normal biasa , perbedaannya ialah pada beton ini digunakan ukuran agregat yang relative besar2.beton ini digunakan pada pembuatan bendungan, pangkal jembatan,dan sebagainnya.ukuran agregat kasar dapat sampai 20 cm,namun proporsi agregat yang lebih besar dari biasanya ini sebaiknya tidak lebih dari 20 persen dari agregat seluruhnya.
2. Beton Ringan
Beton jenis ini sama dengan beton biasa perbedaannya hanya agregat kasarnya diganti dengan agregat ringan. Selain itu dapat pula dengan beton biasa yang diberi bahan tambah yang mampu membentuk gelembung udara waktu pengadukanbeton berlangsung.beton semacam ini mempunyai banyk pori sehingga berat jenisnya lebih rendah daripada beton biasa.
3. Beton non pasir
Beton jenis ini dibuat tanpa pasir , jadi hanya air,semen, dan kerikil saja.karena tanpa pasir maka rongga rongga kerikil tidak terisi. Sehingga beton berongga dan berat jenisnya lebih rendah daripada beton biasa. Selain itu Karena tanpa pasir maka tidak dibutuhkan pasta2 untuk menyelimuti butir2 pasir sehingga kebtuhan semen relative lebih sedikit.
4. Beton hampa
Seperti yang telah diketahui bahwa kira2 separuh air yag dicampurkan saja yang bereaksi dengan semen,adapun separuh sisanya digunakan untuk mengencerkan adukan.beton jenis ini diaduk dan dituang serta dipadatkan sebagaimana beton biasa,namun setelah beton tercetak padat kemudian air sisa reaksi disedot dengan cara khusus. Seperti cara vakum. Dengan demikian air yang tertinggal hanya air yang digunakan untuk reaksi dengan semen,sehingga beton yang diperoleh sangat kuat.
5. Beton bertulang
Beton biasa sangat lemah dengan gaya tarik, namun sangat kuat dengan gaya tekan, batang baja dapat dimasukkan pada bagian beton yang tertarik untuk membantu beton. Beto yang dimasuki batang baja pada bagian tariknya ini disebut beton bertulang.
6. Beton prategang
Jenis beton ini sama dengan beton bertulang, perbedaannya adalah batangnya baja yang dimasukkan ke dalam beton ditegangkan dahulu . batang baja ini tetap mempunyai tegangan sampai beton yang dituang mengeras.bagian balok beton ini walaupun menahan lenturan tidak akan terjadi retak.
7. Beton pracetak
Beton biasa dicetak /dituang di tempat.namun dapat pula dicetak di tempat lain,fungsinya di cetak di tempat lain agar memperoleh mutu yang lebih baik.selain itu dipakai jika tempat pembuatan beton sangat terbatas.sehingga sulit menyediakan tempat percetakanperawatan betonnya.
8. Beton massa
Beton yang dituang dalam volume besar yaitu perbandingan antara volume dan permukaannya besar. Bila dimensinya lebih besar dari 60 sm. Pondasi besar,pilar, bendungan. Harus diperhatikan perbedaan temeratur.
9. Fero semen
Suatu bahan gabungan yang diperoleh dengan cara memberikan ortar semen suatu tulangan yang berupa suatu anyaman kawat baja.
10. Beton serat
Beton komposit yang terdiri dari beton biasa dan bahan lain yang berupa serat. Serat berupa batang2 5 sd 500mm,panjang 25-100mm.serat asbatos,tumbuh2an , serat plastic, kawat baja.
11. Lain-Lain
Beton mutu tinggi,polimer beton,beton modifikasi blok,polimer impregnated concrete,beton kinerja tinggi, dll.
Sekian dulu materi mengenai Jenis dan Macam Beton semoga bermanfaat untuk anda.
Cara Menghitung Volume Bekisting Kolom
Berikut ini akan dibahas mengenai Perhitungan Bekisting Kolom yaitu bekisting PERI , mesikipun demikian jika kita terapkan pada bekisting kolom konvensional.urutan perhitungan tidak berbeda, yang berbeda hanyalah material propertiesnya saja.Dengan kata lain material propertiesnya tinggal diganti sesuai jenis bahan yang digunakan.

Perlu diperhatikan, bahwa perhitungan ini hanyalah sebagai penambah referensi anda saja, karena jika dihadapkan pada proyek yang sebenarnya, Bekisting PERI akan menyediakan perhitungan statik dan supervisinya.
CONTOH PERHITUNGAN BEKISTING
KOLOM
DENGAN BANTUAN SOFTWARE
STAADPRO
Data Kolom:
Dimensi
Kolom 60 x 60
Tinggi
Kolom 3,1 m
Data Bekisting:
Bekisting
PERI
Beban Cor:
Kecepatan
Cor 5 m/jam
Dari
Tabel DIN 18218 untuk suhu 200C:
Tekanan
Beton = 58,7 KN/m2 atau 5985
Kg/m2
Tinggi
Hidrostatik = 2,37 m
ANALISIS:
1. PLYWOOD 18 mm
q=5985
Kg/m2 x 1 cm = 5985 kg/m
Untuk
lebar 1m:
Material
Properties:
Luas
Permukaan, Ax = b x h = 100 x 1,8 = 180 cm2
Inersia,Ix = 1/12 bh3 = 1/12 . 100 . 1,83 = 48,6 cm4
Momen
Lawan,Wx = 1/6 bh2 = 1/6 . 100. 1,82 = 54 cm3
Mutu
Kayu kelas II
E
= 100000 kg/cm2
![]() |
| LOAD & SUPPORT REACTION |
![]() |
| BENDING MOMENT |
![]() |
| SHEAR FORCE |
![]() |
| DEFLECTION |
Check
Tegangan Maksimum:
……………………..OK
Check
Tegangan Geser:
…………………………….OK
Check
Lendutan
…………………........OK
2. GIRDER VARIO GT-24, L= 3,3 m
Data
dari Brosur:
Ax = 96 cm2
Ix = 8000 cm4
Mijin = 70000 kg.cm
D
ijin = 1400 kg
Elastisitas
Kayu Pinus Jerman:
E = 80000 kg/cm2
Jarak
Girder ke Girder = 0,278 meter
q
= 5985 Kg/m2 x 0,278 = 1663,83 Kg/m
![]() |
| LOAD & SUPPORT REACTION |
![]() |
| BENDING MOMENT |
![]() |
| SHEAR FORCE |
![]() |
| DEFLECTION |
Check
Moment Maksimum:
Mmax = 32842,5 kg.cm……< Mijin =
70000 kg.cm………………..OK
Check
Geser Maksimum:
Dmax = 1316 kg…..< Dijin =1400 kg…….…………………………….OK
Check
Lendutan
………………......OK
3. WALER SSRZ
Properties:
ST-37:
Profil
2 U-100 Back to Back
Ix = 372 cm4
Ax = 23 cm2
Wx = 74,38 cm3
![]() |
TEGANGAN MAKSIMUM:
|
……………………….OK
GAYA
GESER:
……………………OK
LENDUTAN:
………………..OK
4. PUSH PULL PROPS RSS1 dan Kicker AV1.
Dalam
Brosur PERI disebutkan bahwa fungsi utama Push Pull Props RSS1 dan Kicker Av1
adalah pengunci dan Penegak dari Bekisting Kolom. Ketegakan ataupun kemiringan
dari kolom yang dikehendaki di atur oleh RSS1.
Sebelum
pengecoran dimulai, chek ketegakan bekisting harus melibatkan pengawas dan
pelaksana Bekisting.Kemudian setelah Pengecoran selesai, ketegakan bekisting di
chek kembali.Apabila terjadi kemiringan yang tidak diinginkan, maka Pelaksana
Bekisting akan menyetel RSS1 dengan cara memutarnya sehingga posisi bekisting
akan kembali pada ketegakan yang diinginkan.
Jika
gaya yang diterima oleh RSS1 ataupun Kicker akan di check, maka dalam brosur
PERI tersedia tabel tinggi bekisting dan beban yang diijinkan diterima oleh
RSS1 dan Kicker.
KESIMPULAN:
Bekisting
Kolom 60x60 kuat terhadap kecepatan cor 5 meter/jam.
Langganan:
Postingan (Atom)





























